Citra Buruk Mahasiswa Bidikmisi
Saya cukup menyoroti hal seperti di atas. Supaya hal tersebut tidak langsung digeneralisir. Lantas timbul anggapan bahwa Mahasiswa Bidikmisi itu tak tau di untung, uang bantuan digunakan untuk foya foya. Saya pribadi tidak menampik hal itu, tapi saya yakin dan percaya lebih banyak Mahasiswa Bidikmisi yang menggunakan dana tersebut dengan lebih bijak.
Lebih mengherankan, kalau Mahasiswa Bidikmisi duduk satu dua kali di cafe atau tempat di anggap mewah, lalu akan mengatakan Mahasiswa Bidikmisi menghambur hamburkan uangnya. Lantas, apakah Mahasiswa Bidikmisi hanya boleh makan di emperan atau di tepi jalan karena kami di cap "penerima bantuan"? Lantas apa bedanya pemikiran itu dengan sistem pendidikan pada zaman kolonial. Dimana mereka yang bisa menikmati kemewahan berupa pendidikan adalah kaum bermata biru berdarah biru.Memang ada di antara ratusan penerima Bidikmisi tersebut yang kurang layak, yang sayangnya orang itulah yang kemudian jadi patokan dalam memandang semua mahasiswa Bidikmisi. Tapi itu saya yakin hanya sebagian kecil. Dan saya yakin ada jauh lebih banyak Mahasiswa Bidikmisi yang layak menerima dan menjadi mahasiswa berprestasi, atau ada yang merintis membangun usaha bersama teman temannya.
Dibeberapa kampus ada yang pemberian bantuannya per bulan, dimana hal itu cukup memudahkan untuk mengatur keuangan. Namun kampus seperti UNIB itu menerapkan aturan pencairan per semester, yang tentunya setingkat mahasiswa akan kesulitan untuk mengatur keuangan dalam rentang waktu yang lama.
makanya tak heran jika ada mahasiswa/i yang berfikiran untuk sedikit mencicipi suatu hal yang dianggap orang MEWAH. mungkin barangkali itu kesempata yang sangat langka bagi hidup mereka. Punya uang juga punya kesempatan.
Dan bagi para penerima Bidikmisi, kalau seandainya pernah menggunakan dana tersebut ke arah yang dianggap "mewah" bagi orang lain, biarkan saja, toh dana tersebut bukan mereka yang ngasih, dan kita juga tak mengganggu hidup mereka. Anda berhak jika ingin mencoba suatu hal mewah yg rasanya tak akan ada kesempatan lagi itu.
Bagi teman-teman yang tau dan yakin jika ada mahasiswa yang tidak sepantasnya mendapatkan Beasiswa tersebut bisa melaporkannya ke pihak kampus. tentunya disertai bukti yang meyakinkan.sambil mengajukan mahasiswa/i lain yang pantas untuk mendapatkanya. "Pihak kampus palingan juga tidak peduli". Kakak tingkat kalian di FKIP pernah melakukan hal itu, dan bisa. Buktika bahwa Mahasiswa sebagai agent of change tidak hanya semboyan belaka.
Semoga kedepannya pemerintah dapat membuat sistem yang lebih baik lagi, sehingga tidak ada lagi kasus salah sasaran penerima Bidikmisi ini. dan Semoga Bagi mereka yang dengan sadar mengaku-ngaku miskin itu bisa sadar diri.
Komentar
Posting Komentar