Kita mungkin sudah tidak asing lagi tentang kenyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi (Baca tulis) yang sangat rendah. Dibalik kemirisan itu, nyatanya ada fakta yang jauh lebih memprihatinkan, yakni buku bajakan. Itu menurut saya sudah double kill. Mereka yang menggaungkan untuk meningkatkan tingkat literasi nyatanya banyak juga yang berinteraksi dengan buku haram tersebut. Buku bajakan itu telah merugikan banyak pihak, Penulis, editor, penerbit, distributor, ilustrator, dll. Mereka yang telah bersusah payah melakukan riset dan perbaikan, melalui proses yang panjang sebelum akhirnya diterbitkan, nyatanya ada pihak yang dengan entengnya mengcopy karya itu lantas kemudian menjualnya dengan harga yang jauh dari harga orisinilnya. Tentu saja pembeli yang entah mereka paham atau tidak akan memilih buku bajakan itu. Pembajak itu hanya bermodalkan kertas dan tinta. tentu saja mereka akan p...
Komentar
Posting Komentar